I Amsterdam Trip 2015: My First (Fake) Winter Experience

Bagi orang-orang tropis seperti di Indonesia, musim dingin adalah hal yang asing. Di negara tropis, jarang sekali kita bisa merasakan suhu di bawah 20 derajat celcius, itupun masih jauh dari suhu musim dingin di negara temperate yang mencapai minus beberpa derajat celcius. Hal inilah yang membuat saya sangat penasaran dengan suasana musim dingin yang sebenarnya, sehingga ketika ditanya “kapan mau main kesini?”, saya langsung menjawab dengan semangat “IN WINTER TIME!”.

Ketika saya diundang oleh Jan untuk berkunjung ke rumahnya di Amsterdam, saya langsung memilih musim dingin di bulan Februari 2015 sebagai waktu kunjungan saya yang utama. Saya memberikan alasan kalau harga tiket pesawat dan fasilitas wisata di musim dingin sangat murah, sehingga tidak terlalu membebani kantong teman saya yang eksentrik ini—padahal, alasan aslinya ya karena saya ingin melihat salju di musim dingin untuk pertama kali seumur hidup. Awalnya Jan ragu dengan waktu yang saya pilih ini, tapi setelah saya jelaskan kalau saya ingin melihat salju untuk yang pertama kali, dia langsung setuju.

“But i need to warn you, the winter can be so cold (you don’t say?! :p), and maybe there will be no snow at all”.

Wah, saya baru tahu kalau salju tidak selalu muncul di musim dinginnya Belanda. Tidak semua negara 4 musim memiliki salju setiap tahun, apalagi yang altitude-nya masih rendah seperti negara Belanda ini. Menurut penuturan Jan, salju hanya turun sekitar 4 tahun sekali di Amsterdam, ketika kondisi atmosfer benar-benar memungkinkan. Sisanya? Ya hanya hawa dingin saja, tanpa salju sama sekali. Yah, percuma dong saya datang kalau nggak bisa lihat saju?

Lanjutkan membaca I Amsterdam Trip 2015: My First (Fake) Winter Experience