Denmark Trip 2013: Siksaan 26 Jam menuju Negeri Thumbellina

Sebenarnya saya sudah males-malesan buat nulis postingan tentang perjalanan saya ke Denmark. Sudah lewat berbulan-bulan sejak saya kesana, lalu langsung dibantai sama tugas-tugas kuliah yang bikin semrawut. Saya sempat berpikir untuk melupakan saja postingan yang sudah saya siapkan draft-nya itu, cukup saya yang tahu gimana cerita saya selama berada di negeri londoitu. Tapi kok ya rasanya sayang kalau draft saya ndak dilanjutin, ditambah lagi saya sudah hutang sama banyak teman bahwa saya bakal memposting pengalaman saya di negeri orang dan sudah banyak juga yang nagih. Huuffff..

Packing, done!
Packing, done!
Beberapa menit sebelum berangkat :D
Beberapa menit sebelum berangkat 😀

Minggu, 18 Agustus 2013

Antri di Qatar, angkot, dll

“ASSS*** antrinee cuuuk”, pisuh saya dalam hati melihat antrian di meja check in yang.. duh, nggak ngerti dah harus bilang apa.

Saya sudah datang 3 jam sebelum waktu boarding, lalu dengan sumringah masuk ke bandara Soekarno Hatta dengan pede-nya karena yakin nggak akan ada antrian panjang di meja check in. Saya bahkan sempat melempar senyum pada orang-orang di meja check in maskapai lain yang sedang ngantri puaanjaaaaaaang banget, sementara saya membayangkan meja check in saya nggak terlalu lamai, lenggang, luang, pokoke garek teko rampung wis… wah ternyata saya kualat.

Setelah mengantri lama (yang terasa cepat berkat sms-an sama si Nona) saya lansung menuju meja imigrasi—yang alhamdulillah ngantrinya nggak panjang-panjang amat, dan nggak perlu bawa-bawa tas gede yang sudah disetor di bagasi. Sedikit masalah terjadi di security check, karena saya harus melepas sepatu Caterpillar asli Klithikan saya gara-gara ada komponen metal di dalamnya. Wuah alamat buruk nih, nanti kan saya harus transit, melewati security check berkali-kali, jadi harus buka sepatu berkali-kali!

Setelah beberapa lama menunggu di ruang tunggu, akhirnya boarding time! Seperti yang biasa terjadi di Indonesi, begitu pintu dibuka, orang-orang lansung berdesakan seperti ingin berebut tempat duduk! Saya cuman bisa duduk kalem di belakang, menunggu ajang desak-desakan ala terminal bus itu usai sambil ngobrol bareng seorang traveller asal Eropa (lupa daerah mana hehehe) yang baru mau pulang habis jalan-jalan keliling Asia Tenggara.

Lanjutkan membaca Denmark Trip 2013: Siksaan 26 Jam menuju Negeri Thumbellina

Iklan