Boom! Baluran-PLN Birding Competition: Balanan Beach! (3)

Kamis, 14 Juli 2011 pukul 06.00 AM

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Lha, charger-ku neng ndi? (Loh, chargerku dimana?)”

Saya bangun dalam keadaan panik. Charger HP saya hilang, padahal semalam saya letakan diatas meja di depan kursi tempat saya tidur. Saya cari di bawah meja, nggak ada. Di dalam tas, di dalam sb, di atas pohon, di toilet, dan di dalam tong sampah pun tak ada! Siaaaal!

Bintang yang tadinya ingin tidur di tempat yang sama juga menghilang. Dan saya sadar, jadi semalam saya seperti orang gila yang tidur diatas kursi tamu sendirian?!

Yasudah, dengan berat hati saya ikhlaskan charger saya itu, dengan pertimbangan masih bisa minjem charger orang lain. Baterai masih ada 1/2, cukup lah buat sms-an seharian sama si manis yang menunggu Jogja😀

Saat itu datanglah Bintang yang menyapa saya dengan santai.

“Nji, semalam kamu tidur disini toh?”

“Iya, aku tungguin, katanya mau tidur disini juga?”

“Lha nggak jadi e nji, aku tidur di mushola..”

“As****, berarti semalam aku turu dhewekan neng kene koyo wong edan?? C****k..mana chargerku ilang meneh.. M*t*ne!!!”

****

The First Day!

****

Kami segera menuju tenda Bionic dimana mas Zul tidur. Rupanya dia sudah bangun dan bersiap-siap untuk hari pertama lomba. Dan karena panitia TIDAK menyediakan makanan, kami pun sibuk mendiskusikan masalah sarapan.

“Beli nasi ae nji, ntar lauknya pakai sarden..”

Oke, saya belanjakan UANG TERAKHIR saya untung membeli nasi putih. Sementara itu Bintang menukar Field Guide kami dengan Blocknote lomba.

“Loh kok blocknote-nya gini? Masak logo Sponsornya tebel banget?” keluh kami saat melihat Blocknote. Kalau seperti ini, sulit untuk menggambar sketsa. Satu lagi catatan untuk panitia BPBC 2011.

Oke, setelah sarapan dan menyiapkan bekal untuk makan siang, kami segera bersiap-siap untuk upacara pelepasan. Dan yah, panitia sudah rewel sendiri memanggil-manggil peserta untuk berkumpul.

“Sebelum berangkat, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa mulai..” ujar Mas Zu. Yah, saat itu kami bergabung dalam doa kelompok BIONIC yang terdiri atas 10 tim!

“Selesai..” ujarnya lagi sambil menjulurkan tangan membentuk pistol. Bisa ditebak, saatnya yel-yel!

“Satu..dua..tiga… BOOM!!!!”

Dan yah, kami dengan mantap menuju tempat lokasi pelepasan. Sayangnya Yell-toss tadi hanya diikuti tim BIONIC dan Alsoneta, sementara kawan-kawan kontingen Jogja lain pergi duluan. Coba kalau Yell-Toss sama-sama, pasti seru!😀

Oke, pengalaman tahun lalu kalau mau kelihatan di kamera mesti ada di paling depan. Kami langsung merangsek ke urutan terdepan, ke arah evergreen meskipun sebenarnya tujuan kami bukan kesana. Yasudah.. satu..dua..tiga.. Dan lomba pun DIMULAI!

Saya, Bintang dan Mas Zul berkumpul untuk briefing terakhir. Yap, seperti yang sudah disepakati, kami berpencar: Bintang ke Evergreen, Mas Zul ke Talpat (trek baru), dan saya ke arah utara menuju Pantai Balanan (juga trek baru). Kami sepakat untuk kembali ke basecamp pukul 12 siang. Sip, satu..dua..tiga..BISMILAH!

Kami pun berpisah, Saya segera menuju arah utara Basecamp, ke arah Pantai Balanan melewati pertigaan ke Pantai Bama. Pada awal trekm vegetasi yang terlihat hanyalah semak-semak dan pohon-pohon rendah di pinggir jalan. Tingginya hanya sekitar 2-3 meter, namun cukup rimbun berjajar di tepi jalan yang meliuk naik-turun.

Disini masih sangat sepi, saya mempercepat langkah agar bisa jadi orang pertama di trek tersebut, sehingga burung-burungnya masih fresh dan masih berada di sekitar jalan utama. Baru beberapa meter saya berjalan, sudah bertemu dengan B. Kacamata Biasa (Zosterops palpebrorus/Oriental White-eye), sementara itu Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis/Spotted Dove) dan Dederuk Jawa (Streptopelia bitoquarta/Island Turtle Dove) ada dimana-mana. Lalu terdengar suara Wiwik Kelabu (Cacomantis merulinus/Plaintative Cuckoo), Wiwik Uncuing (Cacomantis sepulcaris/Rusty-breasted Cuckoo), Bentet Kelabu (Lanius schah/Long-tailed Shrike) dan Kepodang Kuduk-hitam (Orioulus chinensis).

Tiba-tiba sesosok bayangan coklat terbang dari lantai hutan, 3 meter di depan saya. Terlihat motif putih di sayapnya, cukup mudah dikenali sebagai Cabak Kota (Caprimulgus affinis/Savanna Nightjar) si burung nokturnal. Lalu di sebuah tikungan, muncul Ayam-hutan Hijau (Gallus varius/Green Junglefowl) jantan yang membuat saya harus tiarap agar bisa melihat bulu-bulunya yang indah: hijau, hitam dan merah dengan jengger warna pelangi. Si Ayam-hutan hanya terlihat sebentar, sebelum kemudian pergi ke semak-semak.

Di tengah perjalanan, saya menemukan satu tumpukan feses Banteng (Bos sondaicus) betina di tengah jalan. Kenapa saya bilang betina? Karena bentuknya yang melebar dan basah. Banteng adalah hewan yang mengeluarkan urine dan feses bersamaan. Bagi Banteng jantan, urine terpancur keluar sehingga bentuk feses menggunung. Sementara itu urine dan feses Banteng betina jatuh bersamaan sehingga bentuk feses melebar dan basah terkena urin. By the way kenapa kita malah jadi ngomongin kotoran banteng yah? ==’ (English: Why we talk about bullshit?) Yang pasti dengan adanya kotoran banteng yang masih baru, saya berharap bisa melihat Banteng di trek ini, mengingat betapa sulitnya melihat Banteng di Baluran!😀

Oke, lupakan manusia aneh ini yang berjongkok mengamati kotoran banteng. Yang pasti tiba-tiba datang satu flock burung di ranting-ranting pohon kering. Disana terlihat Caladi Ulam (Dendrocopos macei/Fulvous-breasted Woodpecker), Kapasan Kemiri (Lalage nigra/Pied Thriller) dan satu pasang burung bersuara aneh. Berkali-kali saya arahkan binokular ke mereka, tapi gerakan mereka yang lincah membuat saya bingung.Akhirnya, saya pun berdiri diam di sebelah kotoran banteng tadi selama sekitar 15 menit sambil mencari si burung tadi. Setelah berjuang menahan pegal..saya kecewa. Rupanya Cipoh Kacat (Aegithina tiphia/Common Iora) yang sangat umum dijumpai dimana-mana. Burung ini memiliki variasi suara yang sangat banyak, dan berhasil menipu saya yang rela berdiri sambil misuh-misuh di samping kotoran banteng selama 15 menit. ==’

Telur apa ini?

Jalan semakin datar, hutan semak yang menutupi kiri dan kanan jalan semakin lebat. Lagi-lagi saya menemukan burung aneh, beberapa ekor burung berwarna hijau terbang dari arah semak-semak. Punai kah? Tapi apa yang dilakukan punai di semak-semak? Perhatian saya kembali terpecah saat semak-semak di samping saya bergoyang-goyang. Saat saya menengok, terlihat seekor Gemak Loreng (Turnix suscicator/Barred Buttonquail) berlari diantara semak-semak, lalu berhenti dan menatap saya, kemudian berlari lagi. Saat saya kembali menatap tempat dimana burung hijau tadi berada, terlihatlah seekor Betet Biasa (Psittacula alexandri/Red-breasted Parakeet) juvenile. Rupanya si burung hijau itu Betet! Tapi apa yang dilakukan Betet di semak-semak?

Saya melupakan Betet dan memasuki padang savanna. Berbeda dengan bekol, padang savanna disini memiliki rumput yang tinggi, dan memang terlihat tidak seperti rumput. Jalan tanah yang baru dibuat berkelok-kelok, bergelombang (dan sangat menyakiti kaki?) terlihat menembus padang savanna ini sampai batas vegetasi di kejauhan. Sesekali saya berhenti dan menengok ke belakang, ke arah gunung Baluran yang berdiri indah di arah barat laut. Fantastis!

Indahnya Gunung Baluran

Gn. Baluran

Trek Bekol-Balanan

Baru beberapa menit saya berjalan, saya melihat 3 ekor Ayam-hutan Hijau betina yang langsung terbang menjauh begitu saya datang. Juga ada Perenjak Jawa (Prinia farmiliaris/Bar-winged Prinia) di pinggir jalan dan satu rombongan Sepah Kecil (Pericrocotus cinnamomeus/Small Minivet) di kejauhan.

Teriknya matahari plus kelelahan membuat saya berjalan menunduk. Di sebuah tikungan, saya melihat sesuatu yang mengejutkan di lantai hutan: bulu ekor merak! Ketika saya sadar, saya menegakan kepala dan Whola! Seekor Merak Hijau (Pavo muticus/Green Peafowl) jantan berdiri hanya sekitar 2 meter dari saya! Saya segera menahan gerakan, dan seperti adegan-aadegan di sinetron picisan, kami berdua saling bertatapan selama 15 detik!

Sebelum kami terlibat cinta terlarang, mulut saya yang masih terkejut tidak kuasa berteriak “JUAANC******K!!!!.” Walhasil, si merak pun terbang terbirit-birit sebelum sempat saya abadikan gambarnya dengan kamera HP. Hah, saya harus lebih bisa mengendalikan kebiasaan misuh ini ==a.

Masih kaget akan kehadiran si merak, saya melanjutkan perjalanan, melewati savanna dan sebuah koridor sungai kering dengan pemandangan landscape yang indah, dihiasi suara Perenjak Jawa, Bentet Kelabu, dan satu ekor Cici Padi (Cisticola juncidis/Zitting Cisticola) yang terbang statis tepat diatas saya setelah diserang oleh si Bentet Kelabu. Yah, burung yang satu ini memang egois dan suka menyerang burung lain.

Sungai Kering

Saya berkali-kali menatap langit untuk mencari raptor, namun tidak ada satupun raptor yang terlihat–hanya ada Layang-layang Loreng (Hirundo striolata/Striated Swallow) dan Kekep Babi (Arthamus leucorynchus/White-breasted Woodswallow) yang berputar-putar mencari serangga diatas savanna. Akhirnya saya sampai di tanda tengkorak di atas pohon, tanda berakhirnya trek Balanan.

“Lha nggak sampai pantai toh?” batin saya. Saya pun celingak-celinguk mencari tempat istirahat, dan terlihatlah tempat yang cukup asyik di belakang tanda tengkorak. Tepat di pinggir jurang landai, dan keindahan Pantai Balanan terlihat dari sini. Yah, rupanya Pantai Balanan masih sangat jauh, dan terlihat bangunan seperti rumah dan kebun di bawah sana.

Pantai Balanan dari Bukit Simacan, titik akhir trek Bekol-Balanan.

Disini saya hanya duduk di bawah pohon sendirian, mengamati laut sambil menggambar sketsa. Beberapa saat kemudian muncul kawan-kawan dari KSB PeCUK ITS Surabaya, lalu juga ada Mas Ady dkk dari Teens Go Green Jakarta. Dan alhamdulillah, mereka berbaik hati membagi makanannya kepada saya yang kelaparan..jadi terharu..hikz..hikz… #lebay

Setelah facebookan (Ya! Ada sinyal GPRS disini!), sms-an sama Ayank di Jogja dan tidur beberapa menit, saya menoleh ke arah pantai Balanan. Dan satu kelebat bayangan hitam Terlihat di kejauhan. Mungkinkah?

“RAPTOR!” teriak saya, diikuti gerakan kawan-kawan mengarahkan binokularnya ke arah sana. Wowm satu ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus/Changeable Hawk-eagle) Dark Morph! Yah, si burung elang ini memang memiliki dua bentuk yang diwariskan secara genetis, yaitu bentuk gelap (Dark Morph), bentuk terang (Light Morph) dan stau bentuk yang jarang, bentuk peralihan (Pale Morph). Akhirnya, terlihat juga!

Pukul 10.30, saya memutuskan untuk kembali ke Basecamp. Saya segera berkemas dan berpamitan pada mas Ady dan kawan-kawan yang ada disana. Matahari savanna mulai terik, saatnya berjuang melintasinya–dan semoga bisa bertemu manusia baik hati lainnya yang mau membagi makanannya😀

Topi lapangan hadiah dooprize lomba tahun lalu saya pasang di kepala (Moga-moga tahun ini dapat doorprize lagi! XD). Saya kembali menyebrangi savanna sambil memegang binokular, namun tidak ada satupun spesies baru yang terlihat, hanya ada Perenjak Jawa, Kekep Babi dan Layang-layang Loreng. Membosankan ==’ Untungnya saya menemukan 2 helai bulu Ayamhutan Hijau betina disana, lumayanlah buat koleksi😀

Tiba-tiba terdengar suara burung aneh dari arah pohon di tengah savanna. Karena ada jalan setapak disana, saya memberanikan diri untuk menerobos savanna sampai ke pohon itu. Yupz, ada satu sarang disana, tapi sama sekali tidak bisa saya gapai karena pohon itu adalah pohon paling nista se-baluran: Acacia nylotica, si pohon invasif. Menyerah, saya kembali ke jalan yang benar (Beberapa jam kemudian saya baru tahu kalau savanna yang saya tembus terdiri atas tanaman Rawe, si penyebab gatal!).

Sarang burung terkutuk yang membuat saya gatal-gatal

Di tengah savanna Bekol-Balanan

Di tengah jalan saya sempatkan diri untuk menyantap nasi bungkus ikan sarden yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Wow, Makan di tengah hutan semak surga burung Baluran, di atas sebuah batu yang bikin pegel (Nggak rata gitu deh ==’) di bawah pepohonan yang rindang. Wuah, sarden terasa seperti ikan! (Ente kira sarden dari apa hah?)

Selesai makan dan bikin sketsa, datang dua bule dari Republik Cheko (Mas swiss bilang, “kabupaten Republik Cheko (sejak kapan gabung ke indonesia??), Katherine dan Peter. Yah, mereka peserta dengan daerah asal terjauh di BPBC 2011.

“He mas dab, entuk manuk apik ora?”, tanya saya, kira-kira beginilah kalau diterjemahkan ke bahasa jawa.

“Ora ki lek, as* tenan. Mung manuk ireng ra ceto kae..” jawab Peter.

“Lha kowe loro ki soko ngendi lek?” tanya saya lagi.

“Aku karo kangmas soko Bama dab, iki mung ketok kangkareng si gedhi kae lhoo..” kata Katherine menimpali.

“Lha salahe kowe ket mau ki mbojoo wae.. yo wis, mau aku weruh merak 2 meter, manteb ra?”

“Janc****k kowe ki! M**tane! Isih eneng ra?”

“Mabrur e dab”

“Yak wis, saiki aku karo bojo-ku arep neng Balanan wae, muga2 ketemu, amin! Sek yo dab.. Assalamualaikum”

“Waalaiukumsalam, ati2 lek!”

Oke, lupakan ke-absurdan diatas. Setelah duo bule itu pergi, saya melanjutkan perjalanan menuju Basecamp. Perjalanan saya terasa semakin cepat karena adanya kekuatan tak terbendung dari satu motivasi yang tidak terbendung dari dalam tubuh saya: SAKIT PERUT!

Yah, benar sekali, saya langsung lari sprint menuju Basecamp. Melewati kali kering, melompati kotoran Banteng, berhenti sebentar mengamati Kipasan Belang (Ryphidura javanica/Pied Fantail), berlikuk di pertigaan Balanan-Bama-Bekol, lalu mencapai Basecamp dengan sukses. Dan yah! Kamar mandinya kosong!

*30 menit kemudian*

Waaah, ternyata Basecamp benar-benar sepi ditinggal para penghuninya. Saya menunggu di pelataran Kantor Pos Seksi Bekol sambil berpikir dimana Bintang dan Mas Zul. Rupanya mereka sudah ada di Gazebo di dekat jalan Bekol-Batangan bersama kawan-kawan Bionic lainnya. Langsung saja saya menuju kesana.

“Aku entuk foto Kucing Alas!” ujar Mas Zul.

Wow, benar-benar Kucing Hutan (Prionailurus benghalensis/Bengal Cat). Si cantik kuning dengan tutul-tutul hitam ini terfoto dari jarak jauh oleh mas Zul!

Sambil menggambar sketsa, saya menyadari sesuatu yang aneh di Gazebo tempat kami berteduh. Beberapa butiran hitam terlihat dimana-mana, bentuknya tidak asing. Saya baru sadar saat melihat beberapa ekor Monyet Ekor-panjang (Macaca fascicularis/Long-tailed Macaquez) disekitar sana.

“FESES MAKAKA!” teriak saya.

Sial, rupanya tempat kami duduk penuh dengan feses Monyet Ekor-panjang. ==’

“Nggak apa-apa Nji, udah kering,” kata Bintang santai. Wah, santai sekali yah mereka?

Kami melanjutkan menggambar sketsa. Rupanya sulit juga mengambarkan seekor burung dalam bentuk kata-kata. Aah, menyusun kata itu benar-benar sulit ==a.

“Ngene wae… Burung kecil yang berkelompok terbang kesana-kemari”

“Uduk! Burung kecil yang berkelompok, terbang bersamaan”

“Wis..wis..burung kecil yang ramai, ngono wae”

Dan seterusnya dan seterusnya.. Hah ==’

Sampai di gambar Kepudang-sungu Jawa (Coracina javensis), kami malah beralih topik menjelek-jelekan burung itu. Yah, memang, Kepudan-sung Jawa itu burung yang sangat aneh.

“Ireng ora putih yo ora, plin-plan.. Kayak abu gosong,” kata Bintang.

“Mbuh ki, elik tenan.. Ra matching blass..” balas Mas Zul.

“Suarane serak, ra ceto tenan…” balas saya. Edan ==’

Sekitar 5 jam dari pukul 12.00-17.00 kami habiskan untuk menggambar sketsa dan memberi keterangan. Akhirnya selesai juga pengamatan hari ini. Lumayan, 81 spesies!

Setelah mandi dan melepas lelah, saya bingung bagaimana saya bisa makan. Selain itu baterai Hp pun sudah mulai sekarat, sementara malam ini sudah berjanji mau menelpon Ayank di Jogja! Siaaal ==’.

Untung bin untung (bukan mas Untung Biolaska lo!), ada Mbak Tia denga chargernya! Rupanya Hp mbak Tia mati gara-gara jatuh di kamar mandi (Bayangin coba, ngapain bawa hp ke kamar mandi??). Akhirnya kami membentuk kesepakatan: Aku pinjem chargernya, ntar dia minjem Hp-nya sebentar. Okedeh..masih bisa nelpon yang di Jogja!😀

Oke, itu masalah charger, sekarang masalah perut. Pemecahan masalahnya saya temui di tenda Teens Go Green Jakarta, niatnya sih cuman mau ngobrol-ngobrol sam Khaleb, ternyata dapat Indomie rebus! Setelah selesai, saya melewati tenda Bionic yang juga sedang penuh dengan asap mengebul Dapat makanan lagi! Terakhir, saya melewati tenda Biolaska dengan personilnya yang sedang makan ramai-ramai. Dapat lagi!😀 Oooh, makasih kawan-kawan, sudah memberikan makanan bagi si anak imut ini T.T #lebay

Oke, sekarang saatnya Kuis! Kami semua langsung duduk menurut urutan nomor registrasi. Yah, kontingen Jogja mencar-mencar lagi deh ==’

Kuis dibagi menjadi dia bagian: Kuis tebak suara dan tebak gambar. Nah, seperti biasa, suara yang diberikan selalu aneh-aneh, dan kami hanya bisa mbak 3 dari 5 suara yang disediakan. Lebih aneh lagi kuis tebak gambar, dimana yang ditampilkan hanyalah kumpulan gambar-gambar nggak jadi yang menjemukan (Blur, siluet, dll). Karena gambar lumayan kecil, kami metsi menggunakan binokular untuk melihatnya. Aargh, frustasi ==’

Setelah itu barulah diadakan pembagian doorprize! Semangat!

“Apa nama inggris dari burung yang menurut IUCN berada dalam status Critically Edangered?”

Saya langsung mengacungkan tangan.

“Suryoo!” teriak mas Swiss. Aduh, lagi-lagi mengubah nama orang seenaknya ==’.

Dan yah! Saya dipilih!

“Black Winged Starling,” ujar saya, dengan pronouncation berantakan karena otak masih disetting ke mode jawa.

“Yasudah, karena sesama orang jawa jadi maklum..kasih aja dah..” kata mas Swiss.

Dan yah, saya berhasil mendapatkan..umm, mendapatkan..apaan sih nih? Sebuah kantung aneh berwarna biru. Apa ya?

“Tempat sabun,” ujar salah satu dari kami, ragu. Yasudah, meskipun ragu namun karena tidak ada jawaban lain, kami menyepakati kantung ini sebagai tempat sabun!

Acara dilanjutkan dengan bakar jagung, sementara saya mengasingkan diri sambil membawa Hp. Yah, yang di Jogja sudah menunggu :3. Di tengah acara kencan via telpon itu, munculah Musang Luwak (Paradoxurus hermaproditus/Asian Palm Civet) sekitar 3 meter dari saya, menyeberang jalan menuju pepohonan. Wow!

Yah, hari yang hebat. Perut sudah kenyang oleh jagung, Sweetheart sudah ditelpon. Sekarang saatnya tidur di Musholla (kursi tempat kemarin saya tidur disembunyikan oleh panitia!). Siip, selamat malam paradiso!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s