GBWC 2010 Hexalogy: Geleng-geleng All Day (3/6)

Kamis, 25 November 2010

“Good Morning!”, kata Tharanga tepat saat saya pulang dari pulau kapuk. Fuuh, tidurnya nyenyak juga, gara-gara pakai kasur standar international 5 star medium size ini. Wow!

Saya ngulet sebentar, terus bangun dan ambil air minum. Saya tanya si Tharanga, “mau minum?”, tapi dia geleng-geleng. Nah, tiba-tiba dia ngambil gelas terus menuang air minum ke gelasnya, terus diminum deh. Selama beberapa menit saya bengong, “tadi geleng-geleng, tapi kok tetep diminum?”. Akhirnya saya sadar (lagi), di India geleng-geleng artinya ya!

Saya baru ingat, ternyata aneh juga kawan saya yang dari Sri Lanka ini. Sepanjang malam geleng-geleng terus, berawal saat baru masuk kamar saya tanya dia, “mau mandi duluan?”. Dia geleng-geleng kepala, jadi saya segera mengambil handuk buat mandi. Tiba-tiba ngambil handuk dan nyelonong mandi duluan, meninggalkan saya dengan senyum 10 jari (melongo). Hal yang sama juga terjadi saat saya bertanya, “mau pake AC?” dia geleng-geleng, “mau nonton tv?” juga geleng-geleng, juga pas saya tanya “mau saya bunuh?” dia juga geleng-geleng (kali ini gelengnya beneran). Akhirnya saya mengeluarkan fatwa (jiaah!), di India (dan Sri Lanka) geleng-geleng itu artinya iya!

Nah, pagi ini adalah pagi pertama saya di Jamngar, sekaligus mengawali hari saya di Konferensi ini. Setelah mandi (air panas, Yippi!!!<<<NORAK!!) kami langsung turun untuk sarapan. Kabar baik, ketemu daging meskipun daging ayam, lumayan familiar laah.. rasanya kayak ayam semur gitu, atau memang ayam semur ya? Yang pasti bukan ayam kampus kampung ala Indonesia. Nah, pa skeluar hotel sontak saya kaget, rupa-rupanya semua udah nyangkring binokular dan menatap ke langit. Ada Green Bee-eater, Rock Pigeon, Purple Sunbird dan lain-lain, pokoknya banyak deh!

Nah, saya segera menuju bus Coach A-4 sesuai dengan petunjuk coach kami yang mengunjungi kamar tadi malam. Rupanya nggak semua coach mengunjungi kamar malam itu, ada yang memberikan seminar kit langsung di pagi hari ini, ada pula yang bahkan belum dikasih. Lumayan, dapat seabrek buku, brosur, gelas, dan Flashdisk 4 GB (yayyy!!!). Nah, saya dan Tharanga memposisikan diri di pojokan belakang bus. Rupanya saya satu-satunya delegate Indonesia yang ada di bus A-4, lainnya pada terpencar-pencar, mungkin supaya bis aberbaur.

Bus pun berjalan menuju pusat kota Jamnagar. Saya dan Tharanga berkenalan dengan beberapa orang seperti Prof. Ornhitolog (nama aslinya susah, dipanggil ini aja udah cukup), 2 orang wanita dari Afrika Selatan, juga seorang pemuda dari Ukraina, namanya Ostap Greben. Rupanya ia datang bersama ayahnya yangs eorang Ornhitologis. Selama perjalanan, Tharanga sibuk berbincang dengan Prof Ornhitolog, sementara saya sibuk memperhatikan jalanan dan orang lain sibuk menutup telinga saat saya berteriak ketika ada burung aneh di luar jendela.

Ya, beberapa kali saya berteriak “Spoonbill!”, “Peafowl!”, “Greater Coucal!” dan lain-lain sembari menunjuk keluar. Awalnya Tharanga menanggapi dengan geleng-geleng kepala, tapi akhirnya dia sibuk ngobrol sendiri. Saya ganti sasaran ngajakin ngobrol Ostap dan bapaknya sambil terus berteriak-teriak. Akhirnya karena nggak tahan dia ngomong, “Before this conference we have been here for 5 day to observating all birds here”. Hmm, mungkin itu cara halus buat bilang, “CUK, MBOK MINGKEM AKU WIS NGERTI!”, hehehe.

Kemeriahan GBWC 2010
Gerbang Impian
M.P Shah Minicipal Townhall
Mbah Gandhi

Lanjutkan membaca GBWC 2010 Hexalogy: Geleng-geleng All Day (3/6)

GBWC 2010 Hexalogy: Where is Mr. Imam?? (2/6)

Rabu, 24 November 2010

Akhirnya Sampai Juga Di Mumbay!

“Where is Mr. Imam?”, kata salah seorang dari kami waktu mengambil bagasi di Bandara International Mumbay. Beberapa menit kami mencari, ke tempat imigrasi, ke toilet, ke smoking room (optimis banget, nggak taunya nggak ada juga!), juga ke tong sampah ! (kali aja dia lagi buang sampah terus nggak sengaja masuk ke dalam tong sampah). Bahkan kami sempat melihat bagian bawah kaki kami, kali aja terinjak (ngawur!). Lanjutkan membaca GBWC 2010 Hexalogy: Where is Mr. Imam?? (2/6)

GBWC 2010 Hexalogy: My First “Headshake” (1/6)

Sekian Bulan Menunggu

Akhirnya Sampai Juga Di:

Logo GBWC 2010

GLOBAL BIRD WATCHER`S CONFERENCE 2010!!!

Selasa, 23 November 2010

Hari yang cukup cerah, saya berada di rumah sanak saudara di Tegal Parang, Jakarta Selatan. Tiada hal lain yang saya tunggu kecuali jam 10 nanti, saya akan menuju Bandara Soekarno Hatta Tangerang, titik berkumpul beberapa Delegate dari Indonesia yang akan menghadiri Global Birdwatcher Conference 2010 di Jamnagar District, Gujarat, India. Woww!!!!

Saya masih ingat beberapa bulan lalu saat sebuah email dariĀ  mas Imam, tertulis “bagi yang tertarik silahkan daftar” masuk ke dalam mailing list. Nah terus saya coba aja dah tuh, katanya sih gratis, akomodasi dan transportasi ditanggung termasuk tiket pesawat. Saya coba deh daftar sebagai seorang birdwatcher, dan tepat saat itu kawan saya Boas Emmanuel juga melakukan hal yang sama. Beberapa bulan kemudian saya kaget karena tiba-tiba datang undangan dari panitia, dan lebibih kaget lagi seminggu kemudian datang email dari travel agent yang mengurusi para tamu international, Uttej Rao.

Dan sekarang, meskipun hampir saja gagal karena terlambat mengumpulkan visa dan membuat repot semua orang (maaf ya semuanya!) saya dengan senang hati bersama beberapa orang keluarga berangkat menuju Bandara International Soekarno Hatta. Bang Igun, orang yang sudah repot-repot membantu saya dan penuh dengan pengalaman meskipun usianya masih muda (kita doakan semoga dia nggak GR), mengantarkan saya menuju loket garuda untuk mengeprint-kan tiket (yang sebenarnya nggak perlu). Katanya dia sih harus bayar, ternyata enggak! (mulai merasa ragu-ragu..) Lanjutkan membaca GBWC 2010 Hexalogy: My First “Headshake” (1/6)