Baluran Britama BirdRace2010: The Fire Night

Catatan ini adalah rangkaian cerita perjalanan Tim Al soneta bersama Kontingen Jogja Saparatoz dalam 1st Annual Baluran-Britama Birding Competition 2010

Capek setelah pengamatan, kami langsung mendapat jatah kuis. Gila apa? lagi capek langsung kuis? mana tim Al Soneta nggak ada matras, duduk dengan pasrah di atas tanah. Heheh, biarlah tidak apa-apa, selama kontingen Jogja masih bersatu, suasana boring akan cepat lenyap. KO eh.. OK, we are ready, give us the question as fast as you can!

Pertama, diadakan kuis antar peserta, dimana setiap peserta membuat 5 sketsa terbaik untuk ditebak oleh tim lainnya secara acak. Sialnya, ada satu sketsa yang kami kenal sebagai suku columbidae, sejenis punai, tapi yang menggambar sketsa lupa menulis keterangan kunci: Warna kepala!. Y!, di TNB ada dua jenis punai yang perbedaannya hanya ada pada warna kepala, yakni Punai Gading (Trern vernans/Pink-necked Green Pigeon) dan Punai Siam (Treron bicincta/Orange-breasted Green-pigeon). Akhirnya kami jawab saja: WARNA KEPALA TIDAK JELAS. PUNAI GADING ATAU SIAM? ENTAH!

“Baik, saatnya kuis…”

Iya..iya, kami tahu ini saatnya kuis.  Cepetan, udah capek nih!!!

“Sesi pertama, sesi pengetahuan umum!”

Iya..iya.. cepetan atuh mas. Jangan bikin penasaran!

“Sudah siap??”

Sudah! dari tadi juga sudah siap!.

“Pertanyan pertama.. siap-siap!”

Ayo..ayo…. kami pasti bisa… cepetan! gampang… gampang!!!

“Dimana fosil Archeopterix pertama kali ditemukan?”

HAH??!!!! ini kuis birdwatcher atau kuis paleontologi? Kok nyasar ke fosil sih?. Iya, kami memang tahu Archaeopteryx itu nenek moyang burung, tapi kok pertanyaannya sejauh ini?

“Ayo..ayo.. waktunya 1 menit lo!”

MAMPUS! Kami nggak tau apa-apa. Saya sering membaca artikel tentang dia, tapi nggak pernah inget dimana fosilnya pernah ditemukan!. Arkhirnya saya menerawang, mengingat-ingat dimana fosil-fosil hebat pernah ditemukan. Hm.. Cina, Amerika Utara dan… Jerman! ya Jerman! semoga betul. Bismillah..

Pertanyaan selanjutnya bener-bener ngeselin. Ada yang bisa kita jawab, seperti “apa nama alat penghasil suara burung?” dan tentu kami menjawab Sirring (heheh, ini kan pelajaran kelas 2 SMA, dan perlu di ingat bahwa ada dua orang anak SMA di tim Al SONETA). Ada juga pertanyaan yang bener-bener pusing, seperti “Apa nama filamen terkecil dari bulu burung?” (yang ini bener-bener nggak bisa kami jawab).

Kuis kedua: Suara burung. Sebagai seorang pengamat nekat yang nggak punya binokular, saya sering bergantung pada teknik ini. Tapi, di lomba ini, lain lagi ceritanya. Suara burungburung yang ditampilkan tentunya 100% berbeda dengan burung-burung yang biasa saya dengar di dekat rumah. Bahkan,mungkin “bank” suara burung yang ada di Hp ini jadi tidak berguna. Wah, andaikan saya bisa belajar bersama Bas Van Ballen, birdwatcher paling senior yang katanya suka ngident lewat suara itu!.

Oke, sesi ini dilewatkan dengan penuh rasa bingung dan pusing. Apalagi suara generator listrik yang menyaingi suara burung yang disetel panitia. Fuh…. lumayan.. capek pengamatan udah nggak terasa lagi.

Sesi ketiga: tebak gambar. Saya rasa ini yang lebih mudah dari sesi tebak suara ini. Rupanya tidak! Kurangajar, foto yang tditampilkan adalah foto-foto gagal hasil jepretan hari ini. \walhasil, pusing dah tuh kepala ngident burung-burung nggak jelas kayak gini.

Oh… akhirnya sesi kuis selesai. Mas Rendy yang duduk di depan kami berbalik dan berbisik, “sst… tadi temenku sms dan baru di jawab sekarang.. ternyata jawaban kuis kalian tentang Archeopteryx benar! ada di jerman!”. Yay!

Sekarang, saatnya Api unggun. Di saat seperti ini, seluruh kontingen Jogja dijamin siap bikin rusuh. Lihat saja, mereka duduk bersama-sama, dan capeknya pengamatan tadi siang juga sudah hilang. Ada kawan yang lucu, mbak-mbak yang cantik, Jagung Rebus de-el-el. Semuanya lengkap! heheheh.

“Ayo, yang mana dari Papua??”

“HOII!!!”, kawan-kawan Jogja pada berteriak, seakan mereka yang dipanggil.

“Bandung!!!”

“HOI!!!!”

“Jakarta!”

“HOI!!!!”

“Ini yang teriak dari tadi orang mana sih?”

“JOGJA MBAK!!!!”

“Oh.. pantes…”, wkwkwkwkw.

Hal terlucu saat terjadi pembagian doorprice dengan mini game atau kuis. Pertama, si “mbak MC yang bersuara merdu” membacakan soal, “Apa nama lain dari Leptotilus javanicus?”

Sontak, kami pada berebutan angkat tangan. Yang dipanggil ke depan saya lupa namanya, dan jawabannya sudah pasti benar: Bangau Bluwok.

“Ada jawaban lain?”, kata mbak MC.

Saya sebenarnya pingin maju terus jawab pake nama inggrisnya, tapi saat itu saya lupa nama inggrisnya!. Akhirnya yang maju malah mas Kukuh (BIONIC), dengan janggut dan brewoknya yang selebat hutan hujan tropis di blok Kacip sana.

AWalnya dia mau jawab pake nama inggrisnya, Lesser Adjutant. Dia malah memperkenalkan diris ebagai “Bowo” (secara teknis namanya memang mengandung kata “Bowo”, tapi…). Terus, waktu dia jawab, dia malah lupa dan akhirnya menjawab “Bangau Sandang Lawe”, sudah pasti salah.

Waktu ditanya sama Mbak MC, “darimana toh Bowo? kok kayak Peppy the Expoler ya??”

Jawabnya: “Jogja mbak..”

Sontak seluruh kontingen Jogja menjawab, “Bukan!!!! Bukan mbak!!!! Nggak kenal!!!!!”..wkwkwkwwk.

Yah, malam ini saya dan beberapa orang lain mendapat doorprise yang lumayan.  Saya berhasil dapat doorprise denagn mengalahkan 2 orang lainnya dalam adun cepet-cepetan ngomong “sate tujuh tusuk” tanpa kepeleset. Hehehehe.. Lumayan, dapat topi lapangan yang sudah lama saya idam-idamkan.

Okay, saatnya tidur…

Minggu, 25 Juli 2010

Bangun dengan deg-degan. Nanti siang adalah acara pengumuman pemenang!. Saya segera cuci muka dan seperti biasa, tidak mandi. Setelah itu saya berkumpul bersama kawan-kawan kontingen Jogja lainnya, menunggu sarapan dihidangkan. Nah, disinilah cowok-cowok mulai beraksi, ngajakin kenalan cewek-cewek yang lumayan cakep. Hehehe.

Satu jam kemudian..

Wajah-wajah kenyang

Gila, lama juga makanannya dihidangkan. Akhirnya kami langsung berlari menuju meja saji begitu makanan siap. Yah, kami berlari seperti orang nggak makan 5 tahun. Sambil makan, sambil ambil foto narsis :-p.

Setelah makan saatnya sasarehan alias diskusi. Disini, mas Swiss sebagai moderator, lalu narasumbernya dari berbagai pihak. Setelah pengantar, dibuka sesi pertanyaan. Disini, saya, Mas Zoel dan Mas Kukuh ikut bertanya, niatnya ya supaya dapat doorprice, heheh. Yupz, kami dapat ikat pinggang!

Waktu pengumuman pemenang.

Setelah Coffe break, saatnya acara yang paling depan. Sang master biodiversity, kang Bas maju ke depan. Dengan gaya santai dia mulai mebacakan keputusan pemenang.

“Dan juaranya adalah…. UNNES SEMARANG!!!”, ujarnya, lalu disambung dengan lucu, “..juara 3 maksudnya..”.

Lalu, “Juara Dua Beginner, tim Al SONETA!!!!!!!!! 193 point!!!”

Ha? juara dua? yeah.. targetnya gak tercapai..

“Dan Juara 1 Beginner, Voulenteer BALI BARAT!!!! 195 point!!!”

Wah, nyaris!!!! cuman selisih 2 point!!!! Nggak apalah, yang penting bisa menang..heheheh. Alhamdulillah…

Sungguh sebuah anugrah yang luar biasa. Kontingen Jogja ramai-ramai meluapkan euphorianya. Hebat! Kami menang lagi.. Al SONETA juara lagi… Anak-anak SMA lagi!!!! Walau turun tingkat ke peringkat 2, tidak apa-apa. Yang penting Happy Birding!!! UNTUKMU JOGJA!!!!!!

Satu untuk semua!

5 thoughts on “Baluran Britama BirdRace2010: The Fire Night

  1. Ping-balik: Baluran-Britama BirdRace 2010: Kok Jadi Balapan Beneran? « Lonely Little Peregrine..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s