Inside and Outside the cage of Ragunan Zoo

Selasa, 15 september 2009

Angsa Hitam (Cygnus atratus) Salah satu penghuni "innercage" TMR

Puasa tidak menjadi halangan bagi saya untuk bersilaturahmi dengan burung-burung di kota Jakarta. Kembali ke kota kelahiran dengan memanfaatkan momen lebaran ini membuka kesempatan saya untuk mengenal burung-burung kota metropolitan ini.

Bersama teman-teman Jakarta Birder, saya berjanji untuk bertemu dengan mereka di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Jalanan masih cukup ramai mengingat hari ini masih hari kerja. Kira-kira pukul 07.30 saya mendarat di TMR, lalu langsung berjalan menuju tempat pertemuan: Kandang Pelikan alias Undan Kacamata. Kontras sekali, di dalam TMR tampak sepi, hanya beberapa orang yang terlihat, bukan untuk melihat binatang tapi hanya untuk jalan-jalan, berolahraga dan melihat-lihat pemandangan. Ya, jarang sekali ada orang yang serius memperhatikan hewan-hewan di dalam kandang untuk mengambil informasi sebanyak-banyaknya, apalagi yang diluar kandang!.

Di depan kandang Pelikan terlihat beberapa orang yang duduk di kursi taman. Seorang diantaranya berada di kursi yang paling pojok, menyendiri dan mengambil Binokular.. Yap! itu pastilah teman dari Jakarta Birder. Setelah berkenalan sebentar, Boas–nama si pembawa Binokular– memberitahukan bahwa dia baru saja melihat Raptor  (Burung Pemangsa) ukuran sedang, dan adiknya–Khaleb– sedang mengejar raptor tadi. Baru saja berkata demikian, saya melihat seekor raptor terbang di dekat kami, diatas Children Zoo. Wow!! Cantik sekali!!. Kemudian Khalab datang dengan membawa kabar gembira: Alap-alap Sapi. Ya!! Raptor yang tadi kami amati adalah Alap-alap sapi alias Spotted Kestrel (Falco moluccensis) dan merupakan tick (catatan baru) bagi life-list saya! Wow!.

Sambil menunggu Mas Ady Kristianto (Jakarta Green Monster), saya dan Boas mencoba belajar trick photography Digiscoping, yakni memadukan antara binokular dan kamera biasa (dalam hal ini, kamera HP). Saya cukup kesulitan dalam menggunakan trick ini, sehingga saya belum mendapatkan foto apapun.

Berjalan ke arah kandang Buaya dan Kudanil, kami mencoba untuk mencari Raja Udang Meninting, burung dari family Alcedidae dengan nama latin Alcedo meninting. Dalam perjalanan, kami melihat Kerak Kerbau sedang membangun sarang di kandang Emu, juga beberapa ekor Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis) juga Cinenen Pisang dan Cinenen Jawa ( Orthotomus sutorius dan O. sepium). Selain itu, suara Betet Biasa (Psittacula alexandri) juga terdengar ramai. Ada juga B. Madu Kelapa (Anthreptes malaccensis), B.Cabe jawa(Diaceum trochilleum),juga Merbah cerukcuk(Pycnonotus goaivier) dan Kutilang(P. aurigaster), Wallet linchii (Collocalia linchii)dan Wallet sarang putih(C. fuciphaga), juga Blekok sawah(Ardeola spesiosa).

Sampai di daerah berkolam diantara kandang buaya dan kudanil, kami melihat seekor Perenjak Jawa (Prinia farmiliaris) dan beberapa ekor Merbah Cerukcuk. Juga terlihat sepasang Gelatik Batu Kelabu  (Parus major). Lalu terdengar suara target kami, Raja Udang Meninting. Setelah berjalan sebentar, akhirnya target kami terlihat, bertengger dan terjun ke dalam air, lalu terbang kembali ke tempat bertengger. Burung berwarna biru metalik ini memang menarik perhatian kami.

Setelah Raja Udang pergi, terlihat seekor Betet di dalam sarang. Di dekatnya terlihat seekor Kucica Kampung, sebuah tick lagi bagi life-list saya. Wow!!! Burung hitam-putih ini memang mempesona bila dilihat di luar kurungan yang biasa membelenggunya.

Kembali berjalan, kami hanya menyaksikan seekor B. Madu Sriganti (Nectarinia jugularis) yang diserang oleh B. Madu Kelapa. Corak mereka hampir sama, hanya ukuran dan warna tenggorokan yang membedakan mereka, menjawab sebuah pertanyaan dari saya selama ini. Di kandang Kasuari, kami sempat menyaksikan aksi seekor kasuari yang merasa terganggu oleh kedatangan kami, lalu mengeluarkan suara yang cukup unik.

Lagi musim breeding!!!

Dalam perjalanan, mas Ady melihat seekor Kareo Padi yang langsung menghilang ketika kami menoleh ke arahnya. Juga terlihat Kerak kerbau dan Merbah cerukcuk, lalu di kandang Rusa Timor yang luas, kami melihat Blekok sawah yang sedang mencari makan. Kejutan datang ketika Khaleb dan Mas Ady melihat seekor Kucica kampung dengan warna perut hitam, ras yang tidak terdapat di pulau jawa. Mungkin hasil lepasan atau semacamnya.

The dream team

Di tempat beristirahat, 3 spesies Kakatua yang berbeda pulau terlihat disini: Kakatua Jambul kuning, kecil  (Cacatua sulphurea),Kakatua Tanimbar(Cacatua gofinii) dan Kakatua Koki/ Jambul kuning besar(Cacatua galerita). Setelah beristirahat, Mas Ady memutuskan untuk pulang, sementara kami bertiga mencoba keberuntungan di Pusat Primata Schmutzer. Terlihat beberapa ekor Sepah Kecil bergerombol terbang. Di pintu masuk, Remetuk laut terlihat saat Burung Cabe Jawa juga terdengar.

Hancur!!!! si Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goaivier)

Di dalam PPS, tepatnya di enklosur Gorila, terlihat B. Madu Kelapa, B. Cabe Jawa, serta Kutilang. Kareo Padi sempat terlihat 2x di enklosur Gorila dan Orangutan. Kami juga sempat berlatih Digiscoping di enklosur Orangutan, dan berhasil memotret Tekukur biasa, Merbah Cerukcuk dan Perenjak Jawa.

Kelelahan, kami pun memutuskan  untuk pulang, dan Wow!! Si Kestrel kembali terlihat! Dia bersoaring sebentar sebelum hilang. Kami juga sempat menemukan bangunan sarang yang dicurigai sebagai sarang kestrel, karena dari tadi pagi Kestrel ini terlihat hinggap disana. Sambil beristirahat, kami pun menunggu Kestrel itu untuk muncul kembali, dan acara pulang harus diundur sebentar.

Saya dan Boas pun tertidur lelap, lima menit berselang terikana Boas membangunkan saya. “Nji!! Bangun!! OHB nji!!!”

Saya tersentak, melihat sekeliling dengan mata rabun sampai akhirnya terlihat seekor Raptor ukuran besar, Sikep Madu Asia/ Oriental Honey Buzzard (OHB). Woww!! Khaleb sempat melihat burung pemangsa ini diserang oleh sepasang Kestrel setelah mendekati sarang ini. Setelah mereka hilang, kami lagi-lagi memutuskan untuk pulang, lalu Boas melihat Sikep Madu Asia lagi, dan acara pulang pun harus di undur lagi.

Kami berlari-lari mengejar Sikep tadi, berteriak-teriak hingga sempat menyita perhatian pengunjung lainnya. Setelah kejar-kejaran terlihat seekor Kestrel betina hinggap di ujung sebuah menara. Dia bersuara “kekekekeke”, lalu datang pejantannya, mendekat lalu terbang menjauh kembali, seperti berpratoli. Wow!!! Sebuah pengalaman hebat!!! dan akhirnya, Kestrel dengan ekor bergaris-garis itu pun terbang menjauh, sementara kami pun pulang menjauh.Hari yang hebat!!!


Menanti pasangan..

neng? tengok kesini neng!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s