Resolusi 2012: Sebuah Peta Menuju Keberhasilan
Yah, alhamdulillah 2011 sudah lewat: selamat datang 2012!
Tahun baru, bagi sebagian orang dibesar-besarkan dengan pesta pora, kembang api, pacaran, bakar jagung, ayam, rumah dan lain-lain selain bakar diri. Sementara itu sebagian lain hanya “ndekem” di rumah, nonton tv spesial tahun baru yang biasanya pertama kali tayang di layar kaca. Ada juga yang berdiam diri, berdzikir dan merenungi kesalahan-kesalahan di tahun lalu dan mencoba berubah di tahun selanjutnya. Yah, berbeda-beda memang, tapi tujuannya tetap sama: Menyambut tahun baru 2012.
Tahun baru identik dengan yang namanya resolusi. Banyak orang beramai-ramai membuat daftar panjang resolusi alias target yang akan mereka capai di tahun 2012 ini. Yah, target atau resolusi tahun baru memang perlu dibuat, sebagai sebuah motivasi atau sekedar iseng-iseng menentukan langkah-langkah yang akan dilalui untuk menghabiskan tahun ini.
Jangan salah, membuat resolusi tahun baru itu penting lho! Ibarat sebuah kapal yang terombang-ambing di lautan, daftar target resolusi tahun baru itu adalah peta yang berisikan pulau yang akan dituju, rute untuk mencapainya serta ajian untuk mengusir dedhemit laut yang menghadang. Seperti misalnya kapal kita berada di Sumatra dan ingin ke Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Papua, maka kita akan membuat jalan yang efektif menuju Kalimantan, lalu makan Coto Makassar di Sulawesi, mencicipi Papeda-nya Papua baru nyari blangkon di Jawa. Dengan begitu rute yang kita lalui tidak berputar-putar dan tidak memakan waktu lama.

Rute kapal laut yang teratur dan efektif, sama seperti saat kita memiliki daftar target sebagai resolusi di tahun 2012
Berbeda dengan kapal yang tidak memiliki peta dan tujuan, yang hanya memakai ajian “capcipcup belalang kuncup” untuk menentukan arah. Kapal itu akan terus terombang-ambing dengan arah yang buram. Kapal itu mungkin akan menuju Jawa, lalu Kalimantan, balik lagi ke sumatra, lalu memutar jauh ke Papua, kembali ke timur ke Sulawesi, dan akhirnya balik jauh ke Sumatra. Perjalanan yang berputar-putar dan melelahkan, atau istilahnya bruwet dan amburadul.
Yah, sekedar sharing saja, berikut adalah resolusi 2012 susunan saya sendiri. Saya membuat beberapa target besar, dengan beberapa target kecil sebagai “footsteps” untuk mencapainya. Beberapa dari target ini adalah impian saya sejak lama, dan tentu perlu usaha keras untuk mencapainya. Yap, ini diaaa…
1. Bisa Mendapat Penghasilan Sendiri dengan Berwirausaha.
Ya, impian saya sejak lama adalah bekerja untuk diri sendiri alias berwirausaha. Siapa sih yang nggak mau kerja dengan kehendak sendiri, tanpa disuruh-suruh oleh Bos, mengejar bonus dan dihantui ketakutan akan potong gaji, pemecatan dan lain-lain. Oke, masih ada resiko ketika kita menjadi wirausahawan, tapi apa ada kehidupan tanpa resiko?
Kalau ditanya usaha apa yang akan saya pilih, saya memilih usaha kuliner dan usaha kreatif. Usaha kuliner ini gagasan dari pacar saya sendiri, berhubung dia suka masak dan saya suka makan (lho?). Kalau usaha kreatif, ya sekreatif kita aja. Pokoknya cari bahan baku, jadi produk, terus dijual, seperti misalnya membuat kerajinan tangan, desain, dan lain-lain. Bismillah deh!
Langkah yang akan saya ambil:
Mencari Modal
Jelas, ini penting pangkat sepuluh dalam memulai usaha. Yah, mendapatkan modal memang penting sebagai tonggakan awal memulai usaha. Seperti kata pepatah: banyak jalan menuju Cirebon (heleh2?), ada ribuan jalan untuk menggapai modal yang saya butuhkan. Yang jelas saya ogah meminjam modal di bank karena saya belum berani. Terus apa dong? Yah, bisa dengan mengikuti berbagai lomba berhadiah seperti yang satu ini:
Memulai dari Usaha Kecil
Seperti yang saya bilang, saya akan memulai usaha kuliner dan usaha kreatif. Usaha kuliner yang akan saya rintis sepertinya Terong Goreng Tepung. Eits, jangan salah! Kuliner ini sangat terkenal di jepang lho! (kata pacar saya). Selain itu harga bahan bakunya juga murah, dan juga sehat! Selanjutnya baru saya akan mendirikan usaha kuliner kecil lainnya yang sudah saya susun dengan kreatif, tapi rahasia! :p
Selain itu saya juga akan memulai usaha kreatif, seperti desain, kerajinan tangan dan lain-lain. Memang, usaha macam ini lebih sulit dipasarkan, tapi saya hanya ingin berusaha menggunakan keahlian saya untuk menghasilkan sesuatu. Tidak ada salahnya mencoba kan?
Promosi Usaha
Ini dia bagian yang saya suka! Tentu saja, promosi besar-besaran dengan twitter, facebook, blog, artikel dan lain-lain. Sebisa mungkin saya akan menyebarkan usaha saya ke dunia maya! Siapa tahu bisa mengikuti jejak-jejak usaha kuliner lain yang sudah lebih dahulu sukses berkat dunia maya?
Untuk usaha kreatif, saya sebisa mungkin menggunakan internet untuk menjual desain dan kerajinan yang saya buat. Cukup dengan membuat blog, memamerkan produk, lalu mempromosikannya. Yah, Insyaallah berhasil!
2. Punya Akses Internet Sendiri.
Ini juga impian sejak lama, yang saya targetkan sebagai “pelicin” bagi target saya nomor satu. Yah, sebagai warneters, kantong saya sering menjerit kalau harus pergi ke warnet untuk suatu urusan. Bayangkan saja kalau dalam seminggu saya harus pergi ke warnet minimal 3 jam setiap hari kerja? Dengan tarif warnet Rp.3000,- per jam maka dalam satu bulan saya bisa menghabiskan 3 jam x 5 hari x 4 minggu X Rp.3000,- = Rp. 180.000,- alias TEKOR.
Akses internet menjadi sangat penting jika saya ingin mempromosikan usaha saya lewat dunia maya. Akses internet yang murah, cepat dan handal sangat saya butuhkan untuk mengakses facebook dan twitter, mengupdate produk di Blog, atau mencari template dan inspirasi untuk desain saya. Yah, maka itulah saya BUTUH akses internet sendiri.
Langkah yang akan saya ambil:
Mengumpulkan Uang dan Memilih Internet Provider yang Tepat
Jelas, yang saya perlukan adalah dana untuk membeli paket akses internet yang murah, cepat dan handal. Dengan begitu, target ini hanya bisa saya raih kalau usaha saya sudah lancar dan menghasilkan. Sebelumnya, ya nggak apa-apalah promosi lewat warnet terlebih dahulu.
Kalau soal internet provider, saya sendiri memilih Speedy dari Telkomsel. Saya sudah merencanakan akan menggunakan paket Speedy Flash Primera Single Season. Dengan harga Rp.195.000,- saya sudah mendapatkan akses internet fixed (diam) dan mobile (bergerak) dengan kecepatan sampai 384 kbps selama satu bulan! Memang sih, lebih mahal sedikit dari hitungan saya diatas. Tapi, hey! hitungan itu kan untuk 3 jam dikalikan 20 hari sebulan, sementara ini 24 jam untuk 30 hari dalam sebulan alias MURAH DAB!
3. Merintis Ekspedisi Keliling Tanah Jawa
Bagi kawan-kawan yang kuliah di Biologi atau Kehutanan pasti tahu buku “The Ecology of Java and Bali” karya Tonny Whitten, Roehayat Emon Soeriaatmadja, dan Suraya A. Afiff. Di bagian belakang buku ini terdapat daftar “exiting and important biodiversity spot” berupa belasan tempat di sepanjang Jawa dan Bali yang kaya akan keanekaragaman hayati. Tempat-tempat ini antara lain Taman Nasional Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, TN Gedhe-Pangrango, TN Halimun Salak, Dataran Tinggi Yang, TN Baluran, TN Bali Barat dan lain-lain.
Target saya adalah merintis ekspedisi menyusuri kesemua “exiting and important biodiversity spot” di buku ini untuk merekam sisa-sisa keankearagaman hayati di tahun 2012 ini. Ya, buku ini bisa terbilang cukup “lawas” karena diterbitkan pada tahun 1996. Ya, sebisa mungkin saya dan kawan-kawan saya akan membuat sebuah ekspedisi untuk “mengupdate” informasi di buku ini.
Salah satu yang sangat saya ingin kunjungi adalah Dataran Tinggi Yang dan Muara Gembong. Keduanya memiliki potensi burung yang sangat penting. Di Dataran Tinggi Yang pernah terdengar suara burung Kuau yang seperti suara Kuau Besar/Great Argus Pheasant (Argusianus argus). Bisa jadi suara tersebut adalah suara dari burung Kuau Garis-ganda/Double-banded Argus Pheasant (Argusianus bipunctatus) yang hanya diketahui dari sehelai bulu ekor pada abad ke-18 dan diperkirakan berhabitat di Jawa. Sementara Muara Gembong bisa jado merupakan habitat terakhir dari Trulek Jawa (Vanellus macropterus), burung misterius yang hingga sekarang tidak ada yang bisa mengambil fotonya.
Langkah yang akan saya ambil:
Membuat Proposal dan mencari dana
Ya! tentu saja saya perlu proposal untuk mencari dana bagi ekspedisi besar dan gila-gilaan ini. Kerja keras, kemauan serta akses internet sangat saya perlukan, terlebih saya belum pernah membuat proposal ekspedisi sebelumnya.
Lha, untuk apa internet? Tentu untuk mencari contoh proposal ekspedisi, mencari tips dan trik membuat proposal ekspedisi dan mencari relasi yang sekiranya mau mendanai ekspedisi ini. Yah, memang sulit ya untuk lepas dari segala macam kemudahan internet?
Mencari teman untuk ekspedisi
Jelas, saya nggak bisa melakukan ekspedisi ini sendirian. Saya butuh kawan untuk saling membantu, saling membahu, dan mengamati keanekaragaman hayati dengan disiplin ilmunya masing-masing atau sekedar menjadi korban ketika dikejar dedhemit hutan. Dengan kehadiran teman, insyaallah semua bisa menjadi lebih mudah. Karena itulah saya membutuhkan media sosial untuk berbagi ide mengenai ekspedisi ini serta mencari sahabat untuk merintis ekspedisi ini bersama-sama. Lagi-lagi butuh internet!
Menyiapkan Ekspedisi
Yang ini jelas penting. Persiapan yang matang sangat saya butuhkan untuk membuat ekspedisi ini berjalan lancar. Yang jelas, beberapa tempat yang masuk dalam ekspedisi ini berada di tengah lautan dan perlu perencanaan yang tepat agar bisa sampai disana di musim cuaca baik. Untuk memperoleh informasi ini, saya membutuhkan internet lagi agar bisa mendapatkannya.
4. Semakin Aktif Menulis dan Membuat Buku.
Menulis adalah salah satu hobi dan keahlian saya. Buktinya ya Blog ini, hehehee :p. Menulis cerita perjalanan, unek-unek, review makanan dan lain-lain menjadi bagian dari hidup saya dan blog ini. Nah, target saya di tahun 2012 ini saya dapat terus menuliskan cerita-cerita bagus di blog ini secara intens, dan kalau bisa membuat buku.
Seperti yang kalian lihat, blog ini jarang update. Yah, kembali ke masalah yang dulu: mesti ke warnet dan mahal. Bahkan untuk membuat postingan ini saja saya sudah menghabiskan Rp.11.000,-! Maka itu target saya di tahun ini bisa mengupdate blog tepat setelah saya selesai berpetualang. Selain itu saya ingin sekali membuat buku berisikan kumpulan cerita petualangan saya, khususnya cerita ketika saya berekspedisi keliling P. Jawa dan Bali nanti!
Langkah yang saya ambil:
Mempunyai Akses Internet Sendiri
Tadi sudah saya jelaskan kan? Yah, dengan Speedy Flash saya bisa menulis dan mengupdate blog dimana saja, kapan saja. Yah, itu yang saya butuhkan kalau nggak mau TEKOR di warnet.
Menjalin Relasi Dengan Penerbit
Jelas, saya butuh ini kalau ingin buku saya diterbitkan. Kalau begitu, media sosial kembali saya butuhkan sebagai wadah untuk berteman dan menjalin relasi dengan pihak penerbit. Yah, siapa tahu bisa mengikuti jejak Edwin Norman atau Trinity Traveller yang sudah sukses dengan menulis cerita perjalanan, keduanya idola saya!
5. Menyelesaikan Proyek Rintisan Jogja Bird Map
Ini proyek yang pernah dirintis oleh Kutilang Indonesia Birdwatching Club dan para birdwatcher Jogja lainnya. Jadi ceritanya sekitar tahun 2008 Mas Wawan dan Mas Swiss Winnasis sama-sama membuat peta interaktif tentang peta Jogja dan burung-burung yang ada disana. Sayangnya, peta ini file-nya terlalu besar sehingga tidak bisa ditempatkan di web.

Jogja Interest Birdmap oleh mas Swiss Winnasis. Sumber: http://pratapapa81.wordpress.com/2008/04/08/peta-interaktif-jogja-interest-bird-map/
Pada tahun 2011 gagasan ini kembali dimunculkan oleh kawan-kawan Paguyuban Pengamat Burung Jogja. Kami sudah merintis kembali ide ini dan mengupdate data untuk dimasukan ke proyek ini. Ya, Insyaallah kami bisa membuat sebuah website khusus Jogja Bird Map yang bisa Anda akses dengan mudah. Doakan ya, amin!
Sekian resolusi saya di tahun 2012 ini. Semoga bisa terwujud semua, amiiiin! Doakan yah!
Panji “Zi” sang Peregrine
Posted on Januari 8, 2012, in Cerita, Curhat. Bookmark the permalink. 4 Komentar.







Mantaaap!
Ide tentang Terong Goreng Tepung manteb juga
Good luck for the expedition
Pernah denger tentang Double-bared Argus Pheasant, memang misterius. BTW kalau rwstorannya buka makan-makan gratis yah!
Ulasan yang menarik! sukses!