A Single Word For My Sickle-moon Eyed Princess

“Bukan sebuah cerita petualangan, tapi lika-liku kehidupan remaja”

Entahlah, tiap kali burung-burung malam bersiul, selalu ada alasan bagi saya untuk melihat jauh kesana, ke langit dimana bulan berada. Selalu menanti datangnya bulan sabit, dimana saya bisa melihat matanya yang indah, direpresntasikan oleh penghias langit malam diantara ribuan bintang.

Well, ini cerita tentang Cinta, salah satu faktor utama dari kehidupan para remaja. Di masa peralihan pubertas ke adolesen ini, saya hanya bisa diam termenung menanti seseorang yang pantas–apalagi mengingat yang pernah dialami dulu. Tapi stop mengingat masa lalu,, hidup berjalan hari ini dan masa depan.

Hmm, mungkin diawali saat kami menekan tombol “konfirmasi” di layar, saat itulah keajaiban bermula. Namun kejadian yang paling mempengaruhi, adalah disaat saya membaca salah satu cerpennya di notes. God, she is crazy!

Yah, berawal dari rasa kagum akan cerpen luar biasa yang saya baca. Itu saja, dan tanpa disangka kami saling bertukar ide, lalu saling meledek dan lain-lain. Lalu dimulai lah saat dimana kami saling berbagi rasa, dan akhirnya saya sadar bahwa saya menyukainya.

Satu hal yang membuat saya terdiam, adalah mata bulan sabitnya yang indah. Dua garis membentuk kurva yang cantik di mukanya, dua garis yang membuat saya bermimpi indah tiap malamnya. Yah, awalnya saya hanya bertanya “kenapa nggak ada fotomu di FB?”, dan dia langsung mengirim fotonya. Damn, saat itulah saya sadar bahwa kata-katanya yang narsis itu benar. “

Aku cantik kan?”, itu katanya.

“Siapa? Kamu? Kayak monster”, itu kata mulutku. Namun kau tahu bahwa aku berbohong kan? Bahwa sebenarnya aku ingin berkata.. Ya, kamu memang cantik.

Kehidupanmu mungkin sederhana, jauh lebih sederhana daripada orang superaktif yang menghabisi dirinya dengan ideologi-ideologi, cerita-cerita humanis dan kemanusiaan yang seperti dibuat-buat–seperti seseorang yang saya “kenal” sebelumnya.

Yah, kamu memang anak kamar, bukan pemanjat pohon, penyelam gua atau apalah–sesuatu yang dulu membuat saya tertarik dengan orang lain. Tapi dari kesederhanaan itu, saya belajar bahwa hidup tidak plain–datar. Tapi berwarna.

Kamu anak yang pemalu, tapi kamu juga berani. Kamu seorang penyendiri, tapi juga asyik sebagai kawan. Kamu adalah seorang yang lembut,, tapi juga seorang monster. Apakah ini yang dibilang simple? Sederhana? Nyatanya aku bisa melihat semua karakter manusia dalam hidupmu, hidup yang sederhana dan tidak dibuat-buat. Setiap kali aku mengerti apa yang kamu punya, aku semakin tertarik atas dirimu :)

Dan satu hal yang semakin membuat saya ingin bergerak, adalah cerita tentang dirimu yang disakiti. Kenapa? Kenapa kamu disakiti? Dan kenapa aku peduli? Kenapa aku marah? Kenapa aku menyesal tidak ada di sampingmu saat itu terjadi? Aku yakin di balik tubuh ringkih itu ada jiwa yang kuat, sekuat baja. Dan aku berjanji bahwa kamu tidak akan disakiti lagi. Ya, aku ingin melindungimu :)

Entahlah, beberapa hari yang lalu aku menyatakannya. Mungkin gila, terlalu cepat, dan bahkan kamu mengira aku bercanda. Tapi tidak, aku tidak bercanda.

Aku memasang status “diterima kita makan-makan, ditolak kita minum-minum” dan menunggu cukup lama. Ternyata tak perlu makan atau minum, kamu menyatkan sesuatu yang sangat adil. Entahlah, tapi jawaban itu terasa begitu adil buatku.

Kamu yang membuatku nyaman sebagai diriku. Kamu yang merasa nyaman dengan dirimu sendiri, sesuatu yangs ederhana dan tidak dibuat-buat. Dan kamu tahu? Aku akan selalu menunggu saat dimana kita bisa bersatu :) *Dibuat khusus untuk seorang pengunjung blog The Chronicles of The Saxony, seorang sederhana yang memiliki sejuta cerita di dalamnya. Seorang dengan mata berlengkung indah layaknya bulan sabit.

I love you ^_^

Tentang Cendrawasih Panji

Bukan siapa-siapa, hanya seorang pengamat burung amatiran...

Posted on Juni 15, 2011, in Cerita, Curhat. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s