Home

Perjalananku


Resolusi 2012: Sebuah Peta Menuju Keberhasilan


Tahun baru, bagi sebagian orang dibesar-besarkan dengan pesta pora, kembang api, pacaran, bakar jagung, ayam, rumah dan lain-lain selain bakar diri. Sementara itu sebagian lain hanya “ndekem” di rumah, nonton tv spesial tahun baru yang biasanya pertama kali tayang di layar kaca. Ada juga yang berdiam diri, berdzikir dan merenungi kesalahan-kesalahan di tahun lalu dan mencoba berubah di tahun selanjutnya. Yah, berbeda-beda memang, tapi tujuannya tetap sama: Menyambut tahun baru 2012.

Tahun baru identik dengan yang namanya resolusi. Banyak orang beramai-ramai membuat daftar panjang resolusi alias target yang akan mereka capai di tahun 2012 ini. Yah, target atau resolusi tahun baru memang perlu dibuat, sebagai sebuah motivasi atau sekedar iseng-iseng menentukan langkah-langkah yang akan dilalui untuk menghabiskan tahun ini.

Jangan salah, membuat resolusi tahun baru itu penting lho! Ibarat sebuah kapal yang terombang-ambing di lautan, daftar target resolusi tahun baru itu adalah peta yang berisikan pulau yang akan dituju, rute untuk mencapainya serta ajian untuk mengusir dedhemit laut yang menghadang. Seperti misalnya kapal kita berada di Sumatra dan ingin ke Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Papua, maka kita akan membuat jalan yang efektif menuju Kalimantan, lalu makan Coto Makassar di Sulawesi, mencicipi Papeda-nya Papua baru nyari blangkon di Jawa. Dengan begitu rute yang kita lalui tidak berputar-putar dan tidak memakan waktu lama.. Read more..

Mencegah Masalah Tanpa Masalah: Pembangunan Sinergis Antara Masyarakat, Lingkungan, dan Perusahaan

Menjadi anggota DPD? Ya, pertanyaan itu kerap muncul jika saya merasa tidak setuju atau tidak adil terhadap keputusan pemerintah. DPD atau Dewan Perwakilan Rakyat jelas lebih dekat kepada rakyat karena DPD mewakili daerahnya masing-masing, sehingga seharusnya bisa lebih peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di daerahnya.

Seandainya saya menjadi anggota DPD, saya akan berusaha untuk sensitif terhadap persoalan-persoalan di daerah perwakilan saya. Sebagai anggota DPD, saya akan mengkaji masalah tersebut secepat mungkin dan menemukan pemecahannya bersama pemerintah daerah. Selain itu, sebagai anggota DPD, saya akan membawa masalah tersebut ke pemerintah pusat apabila saya dan pemerintah daerah tidak dapat memecahkannya sendiri.

Walaupun begitu, mencegah masalah jelas jauh lebih baik daripada menyelesaikannya. Seandainya saya menjadi anggota DPD, saya akan berusaha berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mengkaji sumber-sumber masalah yang biasa terjadi di daerah perwakilan saya. Selanjutnya, sebagai anggota DPD saya sebisa mungkin akan mencegah masalah tersebut dengan memberi usulan perundang-undangan berdasarkan kajian saya serta mengawasi jalannya perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan tugas DPD demi mencegah masalah yang terjadi Read more..

Boom! Baluran-PLN Birding Competition: Balanan Beach! (3)

Road to Balanan Beach

Di tengah jalan saya sempatkan diri untuk menyantap nasi bungkus ikan sarden yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Wow, Makan di tengah hutan semak surga burung Baluran, di atas sebuah batu yang bikin pegel (Nggak rata gitu deh ==’) di bawah pepohonan yang rindang. Wuah, sarden terasa seperti ikan! (Ente kira sarden dari apa hah?)

Selesai makan dan bikin sketsa, datang dua bule dari Republik Cheko (Mas swiss bilang, “kabupaten Republik Cheko (sejak kapan gabung ke indonesia??), Katherine dan Peter. Yah, mereka peserta dengan daerah asal terjauh di BPBC 2011.

“He mas dab, entuk manuk apik ora?”, tanya saya, kira-kira beginilah kalau diterjemahkan ke bahasa jawa.

“Ora ki lek, as* tenan. Mung manuk ireng ra ceto kae..” jawab Peter.

“Lha kowe loro ki soko ngendi lek?” tanya saya lagi.

“Aku karo kangmas soko Bama dab, iki mung ketok kangkareng si gedhi kae lhoo..” kata Katherine menimpali.

“Lha salahe kowe ket mau ki mbojoo wae.. yo wis, mau aku weruh merak 2 meter, manteb ra?”

“Janc****k kowe ki! M**tane! Isih eneng ra?”

“Mabrur e dab”

“Yak wis, saiki aku karo bojo-ku arep neng Balanan wae, muga2 ketemu, amin! Sek yo dab.. Assalamualaikum”

“Waalaiukumsalam, ati2 lek!”

Oke, lupakan ke-absurdan diatas. Setelah duo bule itu pergi, saya melanjutkan perjalanan menuju Basecamp. Perjalanan saya terasa semakin cepat karena adanya kekuatan tak terbendung dari satu motivasi yang tidak terbendung dari dalam tubuh saya: SAKIT PERUT! Read More..


Gn. Baluran dari atas View Tower

Nah, ini dia bagian lucunya. Saat saya lagi asyik membaca daftar peserta, saya tertawa terpingkal-pingkal. Langsung saja saya bawa daftar peserta tersebut ke hadapan kawan-kawan.

“Mas.. BIONIC ki cen edan po piye??” ujar saya. Bayangkan saja, di tengah nama-nama tim yang kedengeran “keren”, muncul nama 10 tim Bionic dengan nama yang ndagel seperti biasanya. Yah, saat yang lain memakai nama tim “Ceyx rufidosa”, “Road Runner”, “Teens Go Green” dan lain-lain, 10 tim Bionic tersebut memilih nama “Tiwul Cinta”, “Gethuk”, “Jadah Tempe” dan makanan-makanan khas Jogjakarta lainnya! XD

Tidak hanya Bionic, tim-tim lain dari Jogja dan Surabaya juga memakai nama yang agak nyleneh. 4 Tim dari BIOLASKA UIN Sunankalijaga memakai nama “Ihir”, “Aye”, “Saparatoz” dan lain-lain. 2 dari 4 tim PeCuk Biologi ITS Surabaya memakai nama yang lebih edan bila diucapkan dengan nada yang tepat: “Cuk, Pecuk” dan “Pecuk, Cuk!”

“Nek ngene wingi Alsoneta mending nggo nama sing edan wae yo?” ujar saya. Yah, niatnya sih mau pakai nama alay macam “Alsoneta CayankDiaClelalu” atau “Alsoneta CetyaCakInginndcakitilagy”, supaya kesan anak muda masih terasa. Tapi kok malah jadi aneh ya? ==a

Oke, mas Zul yang berangkat terpisah karena sedang KKN sudah sampai di Batangan. Tim Alsoneta PPBJ sudah berkumpul, saatnya menuju Bekol! Read more..


Kontingen Jogja @Lempuyangan Station

“Mas Imam ngendi ki? (Mas Imam dimana nih?) ” ujar seorang kawan di Stasiun Lempuyangan, tepat di depan kereta Sritanjung yang siap untuk berangkat.

“Ketoke telat meneh deh mas (kayaknya telat lagi deh),” jawab saya. Ingatan saya kembali ke masa 1 tahun lalu disaat mas Imam ketinggalan kereta Sritanjung, tepat 1 menit setelah kereta berangkat. Yah, penyakitnya mas Imam yang suka ngalong berhari-hari.

Kalau tahun lalu beliau masih bisa menghadiri Baluran Birding Competition dengan menumpang mobil Pak Ige, kali ini hampir mustahil dia bisa berangkat tepat waktu. Apalagi lampu di depan gerbong kereta sudah menjadi hijau.

“Lha kae lo! (Lha itu dia!)” ujar Bintang dengan semangat. Rupanya ada perkembangan: Mas Imam tepat waktu, sangat tepat waktu. Mari kita beri applause pada pemimpin pasukan ngaretmania ini :p Read more..


“Aku lali nggowo snack, tuku sek,” ujar mas Han. Yasudah, kami pun turun dari motor dan mulai menjarah isi toko. Tapi sialnya, begitu kami keluar dari toko tersebut..

“Lha kok sepi?” ujar kami berdua. Sial, kami sudah ditinggal!

Awalnya saya biasa-biasa saja, sampai tiba-tiba Mas Han berkata dengan sangat jelas, satu kata yang membuat alasan kedua saya tidur di BBC angker itu seperti tidak ada gunanya. Kata-kata yang mengerikan..

“Aku ora ngerti jalanne loo..”

Ahh..terdengar seperti sebuah suara penuh efek dramatisasi, diperlambat dan ditambah Echo yang berulang-ulang.

“Aaaakuuuu (akuuu..akuuu) oraaa (oraa..oraaa..) ngeeertiii (ngerrrtiii..ngerrtttiii..) jalaaaneeee… (jalaneee..jalaanee.. Jalanee…)”

Seakan-akan semua mobil dan motor itu bergerak dalam gerak lambat. Seberapa mengerikannya kata-kata itu, sampai semuanya menjadi gelap..gelap..dan gellaaaap..Read more..


Ada yang percaya?

“Waah,kalau masih gelap seperti ini lensa saya belum mampu berfungsi”, ujarnya. Maklum, kaliurang di pagi hari selalu dirundung kabut dan mendung. Kami pun memutuskan untuk “mangkal” sebentar di air terjun Tlogo Putri yang masih sangat sepi.

Saya berpikir, “pasti asyik kalau ada Meninting disini”. Meninting (Enicurus sp) adalah burung cantik dari marga Turdidae (Anis, punglor dll). Burung ini memang suka mengunjungi daerah-daerah di sekitar aliran air, tapi sifatnya yang pemalu membuat saya ragu dia bisa berada di kawasan wisata ini. Terakhir kali saya melihat salah satu spesiesnya, Meninting Kecil (Enicurus /Lesser Forktail) di air terjun Cibadak yang terpencil, di hutan hujan pegunungan TN Gn. Halimun-Salak (TNGHS).

Beberapa saat kemudian, kami yang sedang megamati gerombolan burung Kacamata Biasa (Zosterops palpeborus/Oriental Whiteye) tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan seekor burung bercorak hitam putih di sekitar sungai lanjutan dari air terjun. Wow, saya nggak percaya: itu Meninting Besar (Enicurus leschenaulti/White-crowned Forktail)! Read more..


Lihat kan? Nama saya bukan Panties!

Lihat kan? Nama saya bukan Panties!

Baiklah, akhirnya datang juga itu bus, kami langsung menaikinya. Rupanya kami tidak segera dibawa ke hotel, melainkan masih ada satu sesi belanja. Tempatnya di dekat MP Shah Minicipal Townhall tempat konferensi berlangsung kemarin hari. Saya lihat sisa-sisa kesibukan kemarin masih ada disana-sini. Cukup berat rasanya harus meninggalkan tempat menyenangkan ini. Yeah, tempat yang sangat indah.

“Sorry, what is your name? I am forget about it”, tanya John. Sebuah pertanyaan aneh karena dia sudah mengenal kami selama 3 hari ini.

“Panji, call me Panji”, kata saya sambil menunjukan co-card.

“Uhm, Manji?”, balas dia. Lo kira Jumanji hah?

“no, P.A.N.J.I.. Panji”

“Panties??” (ya Allah, nyasar sampe situ ??)

Dan saya pun pusing dibuatnya, apalagi setelah itu kawan-kawan memanggil saya “Panties” (bagi yang nggak tahu silahkan cari di kamus)..Read more..


Meski telat, selalu ada waktu baut narsis!

Saya tanya, dimana kawan-kawan yang lain? Jawab Boas lagi shalat jumat. Goblok, saya lupa sekarang hari jumat! Yaudah, izin sekali aja deh…

Rencananya setelah ini, saya, Boas dan Lee bakal pergi ke  Danau Lakhota lagi. Rupanya mereka ngebet pingin lihat Danau yang kemarin saya kunjungi itu. Ya sudah, saya diminta menjadi pemandu. Tapi sebelum itu, saya mesti mengisi bensin dulu.

Kami semua masuk ke dalam restaurant ketika Lee dan kawan-kawan datang. Lee bilang dia belum lapar, tapi kami paksa dia dengan alasan, “cuman buat duduk-duduk”. Di dalam, tanpa banyak alasan kami langsung mengambil hidangan penutup tanpa menyentuh hidangan utamanya. Hmm, Ice Cream Vanilla Butter Schotch! Wow!

Habis satu mangkok, kami nambah lagi. Habis lagi, nambah lagi! Jadi menu makan siang hari ini adalah: Ice Cream Butter Schotch! Dan ya, kami tidak makan apapun selain Ice Cream! Read more..


Openbill Stork, Stork That never "close" his mouth

Saya baru ingat, ternyata aneh juga kawan saya yang dari Sri Lanka ini. Sepanjang malam geleng-geleng terus, berawal saat baru masuk kamar saya tanya dia, “mau mandi duluan?”. Dia geleng-geleng kepala, jadi saya segera mengambil handuk buat mandi. Tiba-tiba ngambil handuk dan nyelonong mandi duluan, meninggalkan saya dengan senyum 10 jari (melongo). Hal yang sama juga terjadi saat saya bertanya, “mau pake AC?” dia geleng-geleng, “mau nonton tv?” juga geleng-geleng, juga pas saya tanya “mau saya bunuh?” dia juga geleng-geleng (kali ini gelengnya beneran). Akhirnya saya mengeluarkan fatwa (jiaah!), di India geleng-geleng itu artinya iya!

Nah, pagi ini adalah pagi pertama saya di Jamngar, sekaligus mengawali hari saya di Konferensi ini. Setelah mandi (air panas, Yippi!!!<<<NORAK!!) kami langsung turun untuk sarapan. Kabar baik, ketemu daging meskipun daging ayam, lumayan familiar laah.. rasanya kayak ayam semur gitu, atau memang ayam semur ya? Yang pasti bukan ayam kampus kampung ala Indonesia. Nah, pa skeluar hotel sontak saya kaget, rupa-rupanya semua udah nyangkring binokular dan menatap ke langit. Ada Green Bee-eater, Rock Pigeon, Purple Sunbird dan lain-lain, pokoknya banyak deh! Read More..


Cerita lain di kategori Perjalananku..

Mungkin Anda Perlu Tahu


foto by: Swiss Winnasis

Elang merupakan kata yang paling umum digunakan untuk menyebut jenis-jenis burung pemangsa (Birds of Prey atau Raptor), padahal sejatinya tidaks emua burung pemangsa disebut Elang. Elang hanyalah salah satu kata yang mewakili semua jensi raptor dari keluargaAcciptridae. sayangnya bahasa Indonesia tidak memilki klasifikasi yang tepat mengenai hal ini. Bahkan di dalam KBI, kata “Elang” diartikan sebagai semua jenis burung berparuhd an berkuku tajam, berbeda dengan bahasa Inggris yang mengklasifikasikannya dalam berbagai nama.

Sekarang, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu Raptor. Raptor atau Birds of Prey pada dasarnya mewakili semua jensi burung pemangsa seperti Elang, alap-alap, dan Burung hantu. Secara ilmiah, raptor terbagi menjadi 2 ordo yakni Falconiformes (Elang, elang-alap, alap-alap, Sikep, Baza dll) dan Strygiformes (Burung Hantu, celepuk dan Serak)..Read more…


Yang namanya hobby pasti memiliki istilah-istilah tertentu bagi para penggemarnya, misal “home run”, “goal”, “hole in one” atau “strike”. Tak terkecuali pengamat burung, mereka juga punya istilah tersendiri baik yang resmi dipakai oleh pengamat burung dari seluruh dunia atau hanya istilah “nyeloroh” sebagai bahan bercanda atau kekesalan yang dipakai pengamat burung di daerah tertentu. Mau tahu? Yukz…Read more..


Kenali Senjatamu!

Porro-prism (kiri) dan roof-prism (kanan)

Binokular dan monokular merupakan barang wajib bagi para birdwatcher. Bayangkan, betapa sulitnya kita mengidentifikasi burung bila tidak memakai kedua benda ini, meskipun beberapa orang birdwatcher bisa melakukannya. Pepatah mengatakan, “kenali senjatamu”. Bagi para birdwatcher, pepatah ini mungkin bisa diartikan “kenali binokular dan monokularmu”, karena kedua benda ini adalah senjata utama bagi para birdwatcher dalam mengamati dan mengidentifkasi burung. Penting bagi para birdwatcher untuk mengenali senjatanya sebelum membelinya. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa digunakan sebelum membeli bino atau monokular: ….Read More..


More about Mungkin Anda Perlu Tahu

Sastra dan Romantika Remaja


Untuk Ai yang tercinta, dari Zi..

Entahlah, tiap kali burung-burung malam bersiul, selalu ada alasan bagi saya untuk melihat jauh kesana, ke langit dimana bulan berada. Selalu menanti datangnya bulan sabit, dimana saya bisa melihat matanya yang indah, direpresntasikan oleh penghias langit malam diantara ribuan bintang.

Well, ini cerita tentang Cinta, salah satu faktor utama dari kehidupan para remaja. Di masa peralihan pubertas ke adolesen ini, saya hanya bisa diam termenung menanti seseorang yang pantas–apalagi mengingat yang pernah dialami dulu. Tapi stop mengingat masa lalu,, hidup berjalan hari ini dan masa depan.

Hmm, mungkin diawali saat kami menekan tombol “konfirmasi” di layar, saat itulah keajaiban bermula. Namun kejadian yang paling mempengaruhi, adalah disaat saya membaca salah satu cerpennya di notes. God, she is crazy!

Yah, berawal dari rasa kagum akan cerpen luar biasa yang saya baca. Itu saja, dan tanpa disangka kami saling bertukar ide, lalu saling meledek dan lain-lain. Lalu dimulai lah saat dimana kami saling berbagi rasa, dan akhirnya saya sadar bahwa saya menyukainya. Read more..

  1. I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was interesting. Cheers!

  2. knock knock…kulonuwun…
    saya tetangga baru ni pak RT :p
    hehe..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.